Kepiting Kampung Mawesday
perjalanan di tanah Papua melihat hasil alam dan kekayaannya
serta kehidupan masyarakat bersama AWA Mari kita lihat Papua
lebih dekat
[Musik]
Selamat pagi Bapak
Selamat pagi
ya jadi perkenalkan kami dari AWA
Mungkin sedikit diskusi dengan bapak selaku kepala kampung di sini
Bapak bisa perkenalkan diri
baik, nama saya
Silas Pilemon Singgum, jabatan saya di kampung Mawesday sebagai kepala kampung
perkampungan saya ada di pesisir pantai Kenapa saya bisa pindah lokasi
dikarenakan akibat dari abrasi pantai pohon kelapa dan segalanya semua jatuh
masuk ke dalam laut, perkampungan kami terkikis oleh ombak sehingga kami bisa
pindah ke SP6 di Mawes Mukti tahun 1992, tahun 2007 akhirnya kami pindah lokasi lagi
berarti perpindahannya dulu dari kampung lama yang ada di pesisir
kemudian sekarang pindah ke kampung baru yang ada di sebelah hutan bakau, iya
pengikisan terjadi hanya di bagian pantai tetapi hutan bakau masih terlindung
di wilayah pohon bakau tidak hanya bakau saja
tetapi di dalamnya ada hasil, di situ ada kepitin, bia ( kerang ), Jadi kami punya hasil
untuk potensi yang ada masih tetap utuh bersama hutan bakau
yo berjumpa lagi dengan kami AWA kali ini Awa berada di Kabupaten Sarmi
distrik Bonggo Timur
kami akan melakukan perjalanan di kampung Mawesday
rute perjalanan kami kali ini yaitu dimulai dari daerah permukiman
kemudian kami akan masuk ke dalam hutan yang melewati daerah hutan Rawa
dan setelah melewati hutan Rawa, kami akan melanjutkan melewati hutan bakau
hingga sampai ke daerah muar kali dan daerah pesisir pantai
perjalanan di kampung ini berjarak kurang lebih sekitar 4,2 km
dari permukiman hingga ke daerah muara dan pantai
perjalanan pun kami mulai di pagi hari dengan berjalan kaki
saya Ale Kahar bersama Ale Kabo
serta ditemani Daniel dan Usman
dan juga beberapa teman dari kampung ini
ada Ferdi dan teman-teman lain yang akan menyusul kami
dan juga ada mama Maria yang juga ingin menuju ke daerah pesisir pantai
tanpa alas kaki kami berjalan menuju ke arah sebelah utara kampung
di sepanjang perjalanan ini kami
To start learning, sign up for free.