(massa meneriaki mahasiswa Papua di dalam asrama)
Nah, saya ingin
menceritakan juga begini,
bahwa integrasi sosial itu agak sulit karena
Papua ini merasa diri berbeda.
Rasnya saja berbeda kan
dengan mayoritas orang Indonesia.
Sehingga,
dalam posisi seperti itu
harus ada perlakuan-perlakuan khusus.
Anak-anak Papua harus merasakan
nikmatnya Indonesia yang besar ini.
Orang-orang di tanah Jawa ini bisa pergi jadi pejabat di Papua.
Bisa jadi pengusaha di sana, bisa jadi orang sukses di sana.
Tapi, belum tentu anak-anak Papua jadi pejabat di sini.
Belum tentu.
Alasan utama
kami mahasiswa atau generasi muda Papua,
bagaimana Papua itu
jauh dari angka kemiskinan,
terus SDM Papua, sumber daya manusia Papua itu harus bangkit.
Orang asli Papua sendiri yang harus bangun Papua.
Itu alasan utamanya.
Ya, kalau cita-cita saya sendiri kan
kalau setelah lulus dari sini mungkin lanjut S1,
mungkin pulang ke Papua.
Kan saya bagian keuangan,
kebetulan kan di daerah saya
bagian akuntansinya amburadullah ibaratnya.
Pengurusan soal keuangan di daerah itu belum benar.
Itu yang harus saya benahi dulu.
Saya awalnya mengambil jurusan arsitek,
tapi dapatnya di jurusan sipil.
Ternyata masih terkait dengan STM saya.
STM saya waktu itu
teknik pembangunan.
Karena motivasi saya di sini, di pembangunan,
enggak bakalan berhenti.
Pasti akan terus berlanjut.
To start learning, sign up for free.